Saturday, February 7, 2015

Mengenal Gaya Bahasa: Seni Mengungkapkan Kepribadian Melalui Tulisan

Mengenal Gaya Bahasa: Seni Mengungkapkan Kepribadian Melalui Tulisan

diksi dan gaya bahasa

Gaya bahasa (style) adalah bagian tak terpisahkan dari retorika. Dalam berkomunikasi, setiap orang memiliki cara yang unik untuk menyampaikan gagasannya. Jika kita perhatikan, gaya bahasa para pemimpin Indonesia—mulai dari Bung Karno yang oratoris, Pak Harto yang berwibawa, hingga Presiden Jokowi yang lugas—memiliki karakteristik yang sangat berbeda dan mudah dibedakan.

Apa Itu Gaya Bahasa?

Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Diksi dan Gaya Bahasa, gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakai bahasa. Dengan kata lain, bahasa adalah cerminan jiwa (style is the man).

Agar sebuah gaya bahasa dapat menyentuh pembaca atau pendengar, terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi sebagai satu kesatuan:

Syarat Gaya Bahasa

Penjelasan

Kejujuran

Mengikuti aturan dan menyampaikan apa adanya tanpa kepalsuan.

Sopan Santun

Memberikan penghormatan kepada pembaca/pendengar agar pesan diterima dengan baik.

Menarik

Menggunakan diksi dan struktur yang tidak membosankan agar pesan tetap diikuti hingga akhir.

Catatan: Ketiganya harus saling melengkapi. Tulisan yang jujur tapi kasar akan ditinggalkan, begitu pula tulisan sopan yang tidak menarik.

Macam-Macam Gaya Bahasa

Gaya bahasa dapat dibedakan menjadi dua kategori besar: segi nonbahasa dan segi bahasa.

1. Gaya Bahasa dari Segi Nonbahasa

Kategori ini dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar struktur kalimat, antara lain:

  • Berdasarkan Pengarang: Gaya khas tokoh seperti Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, atau NH Dini.

  • Berdasarkan Masa: Perbedaan gaya bahasa era pujangga lama dengan era digital sekarang.

  • Berdasarkan Medium & Subjek: Gaya penulisan ilmiah tentu berbeda dengan gaya bahasa hukum, teknik, atau sastra.

  • Berdasarkan Tujuan & Hadirin: Menyesuaikan apakah pesan ditujukan untuk pidato kenegaraan atau obrolan santai.

2. Gaya Bahasa dari Segi Bahasa

Kategori ini fokus pada aspek linguistik yang digunakan:

  • Pilihan Kata: Gaya bahasa resmi, tak resmi, dan percakapan.

  • Nada: Gaya sederhana, gaya mulia/bertenaga, dan gaya menengah.

  • Struktur Kalimat: Klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi.

  • Makna (Langsung/Tidak): Gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan.

Mengapa Memahami Gaya Bahasa Itu Penting?

Dengan memahami jenis-jenis gaya bahasa, kita dapat meningkatkan kemampuan komunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Memiliki style tersendiri akan membuat tulisan kita memiliki "karakter" yang kuat di mata pembaca. Namun, yang terpenting adalah tetap berpijak pada nilai kejujuran dan sopan santun.


Sumber : Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. PT Gramedia Pustaka Utama
Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 11:53 PM

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...