Tuesday, February 23, 2021

Jalan Tak Berujung

Jalan Tak Berujung


Bahasa dan Sastra - arsyad riyadi

Menyusuri jalanan itu
Berulangkali selalu begitu
Seolah tak ada ujung
Untuk membunuh waktu

Di setiap jejak yang tersembunyi
Seribu satu langkah kaki
Tak jua ada yang menanti
Semua dalam hati

Jejak langkah yang menjadikan sembilu
Belum lagi lemparan seribu satu batu
Tak ada luka yang terlihat lebam
Dipendam dengan senyuman

Jejak itu akan selalu ada
Yang tak nampak oleh mata biasa
Hanya sahabat
dan kita
Yang memahaminya
Kalau ada



Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 8:14 AM

Tuesday, February 9, 2021

Ketika Jalan Tak Berujung

 Ketika Jalan Tak Berujung

Ketika Jalan Tak Berujung - Puisi
Ketika jalan tak berujung

Bukan berarti lantas berhenti

Atau berlari takut

Menangis sendirian


Sebenarnya tak perlu merasa sendiri

Ketika tak ada seorang pun

Tuhan akan menemani

Dan selalu ada teman menyendiri

Meski entah di mana


Terkadang frekuensi tak terjadi

Ketika jiwa tak mau terbuka

Menerima diri sendiri

Untuk terus melangkah

Mencari jati diri


Percayalah

Ketakutan..kegelapan akan teratasi

Memahami diri

Mengingat Tuhan

dan menyadari

Ada yang menunggu jauh di depan sana








Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 12:55 AM

Monday, February 1, 2021

Ketika Ingin Sendiri

 

Ketika ingin sendiri
Sekedar menenangkan hati
Membebaskan diri
Dari berbagai keinginan diri
Yang kadang tak mau dimengerti

Aku lelah
Berhari-hari menatap layar 
Berharap ada peluang
Berharap ingin sedikit berperan
Berharap berakhir dengan riang

Ada yang tak dimengerti
Ada hati yang merintih
Ada jiwa yang merasa sepi
Seolah tak berarti

Ketika ingin sendiri
Mengembalikan jiwa raga yang letih
Berbagai diskusi yang tak berarti
Bernarasi tak paham isi hati


Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 5:08 AM

Tuesday, January 26, 2021

Ketika Air Mata Menetes

 



Ketika air mata menetes
Entah apa yang kau rasa
Entah duka apa yang kau pendam
Seribu warna-warna pucat
Yang tak membawa rona

Ketika air mata menetes
Karena harapan yang tiada
Bayangan gelap masa depan
Tak ada jalan untuk melangkah
Tak ada tempat untuk pulang

Ketika air mata menetes
Tak berani aku menyapa
Takut menambah luka

Ketika air mata menetes
Tetap saja aku di sana
Menunggu sampai bisa tertawa


Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 11:02 PM

Monday, January 25, 2021

Saat Cinta Tak Boleh Terkatakan

 

Saat cinta tak boleh terkatakan
Bukan karena tak ada gairah
Bukan karena tak ada keinginan
Bukan karena tak mau dipaksakan

Saat cinta tak boleh dikatakan
Ketika menjadikan penuh dusta
Penuh duka
Penuh luka

Saat cinta tak boleh dikatakan
Ketika di waktu yang salah
Ketika tak boleh bersua
Ketika tak hendak berdua

Ketika cinta tak boleh dikatakan
Menjaga hati
Menjaga diri
Menjaga duri
Menjaga nurani
Menjaga mati



Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 2:57 PM

Sunday, January 24, 2021

Tak Hendak Ada Pesta

 


Tak hendak ada pesta
ketika kamu tak ada
Ketika adapun
belum tentu kamu yang mau berpesta
Tak perlu merasa salah atau serba salah
Selalu bisa memberi warna

Di hari itu ketika kamu tak datang
Di sini pun tak ada riuh rendah keriangan
Semua sederhana
Ada tidaknya kamu berada
Tak usah merasa ditinggalkan

Masa lalu tak selalu harus dikenang
Apa lagi ketika berada dalam kesia-siaan
Harapan di masa depan
Yang akan diperjuangkan

Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 1:08 PM

Tuesday, January 5, 2021

Bertemu Tak Bertemu

 

Bertemu tak bertemu
Bukan hal manis dibicarakan
Ketika bertemu menjadi beradu
Ketika terpisah menjaga lara

Bertemu pun menyisakan lara
Berpisah pun menjaga air mata
Bertemu pun tak hendak bicara
Berpisah pun tak hendak bersua

Beda definisi
Tentang cinta dan persahabatan
Tentang perpisahan dan pertemuan
Tentang kita

Yang tak bisa bertemu
Serta enggan berpisah

Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 6:09 PM

Sunday, January 3, 2021

Daun-Daun Jatuh Berserakan

Daun-daun berserakan
Memenuhi jalanan
Tak ada yang ingin membersihkan
Biarkan terus beterbangan

Aku pun tak hendak menyapunya
Kubiarkan menjadi hiasan sepanjang jalan
Daun-daunnya makin banyak
Aku pun tak hendak membersihkannya

Aku tak peduli pada dedaunan
Aku tak peduli pada jalanan
Aku tak peduli pada pohon yang melintang
Aku tak peduli pada hujan yang mulai datang

Aku hanya ingin diam
Menunggu waktu
Berharap ada datang
Membawa rindu



Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 6:49 PM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...