Showing posts with label teknik menulis resensi. Show all posts
Showing posts with label teknik menulis resensi. Show all posts

Saturday, January 24, 2015

Bentuk Resensi Buku

Bentuk Resensi Buku

resensi buku
Resensi Buku

Setidaknya ada 3 bentuk penyajian resensi buku, yaitu :
1. Meringkas
2. Menjabarkan 
3. Mengulas

Marilah kita jabarkan ketiga bentuk resensi tersebut.
1. Meringkas
Dalam sebuah buku, permasalahan yang ditulis biasanya masih melebar. Tugas seorang peresensi adalah membuat permasalahan yang ada dibuka menjadi padat jelas.

2. Menjabarkan
Menjabarkan artinya menguraikan hal-hal yang telah diringkas sebelumnya.

3. Mengulas
Mengulas artinya memberikan ulasan yang terdiri dari :
1) isi atau materi buku yang sudah dipadatkan kemudian diulas
2) organisasi/kerangka tubuh
3) bahasa yang digunakan
4) kesalahan cetak
5) perbandingan dengan buku sejenis
6) penilaian, terkait dengan keunggulan dan kelemahan buku

Dengan adanya ketiga bentuk resensi tersebut, tentu bukan tugas yang ringan untuk menjadi seorang peresensi  yang handal. Meringkas, menjabarkan dan mengulas menjadi kata kunci dalam membuat resensi.

Tidak boleh tidak kemampuan memahami isi buku yang akan diresensi tidak boleh ditawar lagi. Pengalaman selama ini mencoba menulis resensi, tidak sepenuhnya berusaha memahami isi buku tersebut. Bisa karena mengejar target. Tapi yang jelas, kurangnya rasa tanggung jawab dalam membuat resensi. Tepatnya belum sadar bahwa tugas seorang peresensi, selain memberikan pendapat atau opini terhadap isi buku, tetapi terlebih dulu memahami apa tujuan si pengarang/penulis buku. Bagaimana dia mengorganisir gagasannya. Detilkah? Runtutkah? Bagaimana bahasa yang dipakai? Tercapaikan tujuan penulisan bukunya?

Dari buku yang ada, kita harus bisa meringkas atau mencari inti sari permasalahan yang ditulis di buku tersebut dan tentunya menangkap solusi yang dijabarkan oleh penulis. Di samping itu, ketika memang apa yang sudah kita ringkas perlu penjelasan, maka seorang penulis resensi pun harus mampu menjabarkannya.

Dan tentunya bersikap jujur, adil/tidak berat sebelah, obyektif, melihat permasalahan secara utuh menjadi dasar bagi seorang peresensi buku.

Sumber bacaan : Warsidi, Edi. 2008. Resensi Buku : Apa dan Bagaimana Tekniknya. Mitra Utama

Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 1:55 PM

Friday, January 23, 2015

Mengapa Menulis Resensi?

Mengapa Menulis Resensi?

Setidaknya dengan melakukan resensi kita telah memberikan penghormatan/sambutan atas kehadiran suatu karya/buku baru.
Kok gitu sih jawabannya?

Ya..apa yang harus kita lakukan ketika ada buku baru. Apakah kita menyerbunya di toko-toko, bahkan nyari di penerbitnya demi buku tersebut. Boro-boro..untuk membacanya saja belum tentu.

Apakah minat baca kita memang berkurang. Ya mungkin begitu pengamatanku. Belum ada sejarahnya berkunjung di perpustakaan, baik sekolah maupun umum, di sana melihat pengunjung berjubel-jubel. Atau kalau ada pameran/bazar buku, maka banyak diserbu oleh masyarakat.

Kayaknya belum pernah mengalaminya. Sekitar 5 tahun yang lalu sih, pameran buku di tempatku masih ramai. Tapi kalau sekarang wah, kayaknya selalu sepi.

Lah, apa hubungannya antara menulis resensi dengan minat baca masyarakat.
Setidaknya begitulah alasan kenapa kita menulis resensi.
1. Meningkatkan minat baca kita sendiri.
2. Melatih daya kritis
3. Meningkatkan kejujuran, obyektif dan berpikir secara menyeluruh.
4. Melatih menulis ide/gagasan secara runtut dan terpadu.

Dengan keempat alasan itu, sebenarnya cukup bagi kita untuk terus menerus membaca buku dan akhirnya membuat resensi. Alasan yang lain silakan ditambah sendiri.

Tetapi kayaknya egois ya kalau hanya berpikir untuk diri sendiri.

Berikut adalah alasan yang lebih bersifat sosial (baca juga : lebih bermutu), mengapa kita menulis resensi.
1. Membantu masyarakat agar tertarik membaca buku, khususnya buku yang kita resensi.
2. Membantu masyarakat dalam menilai suatu buku, apakah layak dibaca atau tidak.
3. Membantu pengarang buku, mendapatkan resume/ringkasan maupun promosi melalui resensi yang kita buat.
4. Membantu siapapun bagi yang malas atau tidak ada waktu membaca buku, tetapi ingin mengetahui sekilas isi buku yang diresensi.

Alasan yang terakhir, kayaknya tidak bermutu ya.

Ada banyak alasan untuk menulis resensi dan ada banyak alasan untuk tidak melakukannya. Kembali pada diri kita, mau lebih bermanfaat atau tidak untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Meski menulis resensi hanyalah salah satu di antaranya.


Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 2:42 PM

Teknik Menulis Resensi Buku: Bukan Sekadar Ringkasan, Tapi Panduan untuk Pembaca

Teknik Menulis Resensi Buku: Bukan Sekadar Ringkasan, Tapi Panduan untuk Pembaca

Banyak blogger bertanya-tanya: "Apakah tulisan saya ini sebuah resensi, ringkasan, atau hanya menulis ulang isi buku?" Memahami perbedaan ini sangat penting. Resensi bukan hanya soal menceritakan kembali isi buku, melainkan memberikan pertimbangan kritis bagi calon pembaca.

Merujuk pada buku legendaris "Komposisi" karya Gorys Keraf, mari kita bedah teknik dasar menulis resensi yang profesional dan objektif.

Apa Itu Resensi?

Secara sederhana, resensi adalah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya. Tujuan utamanya adalah memberikan pertimbangan kepada masyarakat: Apakah buku ini layak dibaca atau tidak?

Penting untuk diingat bahwa gaya resensi harus menyesuaikan audiensnya. Resensi untuk majalah ilmiah tentu akan berbeda bahasa dan sasarannya dengan resensi untuk blog pribadi yang lebih santai.

2 Dasar Utama Sebelum Menulis Resensi

Gorys Keraf menekankan dua faktor penting yang harus dipahami penulis resensi sebelum mulai mengetik:

  1. Memahami Tujuan Pengarang: Cermati bagian kata pengantar atau pendahuluan. Apakah isi buku tersebut benar-benar mencapai target yang diinginkan oleh penulisnya?

  2. Menyadari Tujuan Resensi: Untuk siapa Anda menulis? Pahami tingkat pengetahuan, selera, dan latar belakang pendidikan calon pembaca blog Anda agar bahasa yang digunakan tepat sasaran.

4 Sasaran Utama Penilaian Resensi

Agar resensi Anda berbobot, Gorys Keraf menyarankan untuk fokus pada empat pilar berikut:

1. Latar Belakang dan Deskripsi

Mulailah dengan tema buku secara singkat. Sertakan data bibliografi yang lengkap (identitas buku):

  • Judul dan Pengarang.

  • Penerbit dan Tahun Terbit.

  • Tebal halaman dan harga (opsional).

  • Latar belakang atau sejarah mengapa buku ini ditulis.

2. Klasifikasi (Jenis Buku)

Tentukan jenis buku tersebut (fiksi, non-fiksi, memoar, atau karya ilmiah). Ini membantu pembaca agar tidak "salah pilih" sebelum membeli.

3. Keunggulan Buku (Kualitas Isi & Bahasa)

Ini adalah bagian terpenting dari sebuah resensi:

  • Organisasi: Bagaimana kerangka bukunya? Apakah bab satu dengan bab lainnya memiliki hubungan yang kuat?

  • Bahasa: Apakah bahasanya lugas (ilmiah) atau konotatif (sastra)? Apakah gaya bahasanya konsisten dan mudah dipahami?

  • Keunikan: Apa yang membedakan buku ini dengan buku bertema sama lainnya?

4. Teknik dan Perwajahan (Casing)

Nilailah aspek fisik buku, seperti:

  • Layout dan tipografi.

  • Kualitas cetakan dan desain sampul (cover).

  • Kesalahan cetak atau tanda baca yang mungkin terlewat.

Kejujuran dan Objektivitas: Etika Penulis Resensi

Menulis resensi menuntut kejujuran. Nilailah buku secara keseluruhan, baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan biarkan selera pribadi membuat penilaian menjadi berat sebelah. Tugas Anda adalah menunjukkan kriteria yang jelas mengapa sebuah buku layak atau tidak layak diterima oleh masyarakat.

Kesimpulan

Menulis resensi adalah sebuah keterampilan yang tumbuh seiring jam terbang. Sebagaimana dijelaskan dalam ulasan saya mengenai buku Buku dan Pengarang karya Yus Badudu, memahami intisari karya orang lain akan sangat membantu kita dalam mengasah kemampuan menulis kita sendiri.


 Sumber : Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Cetakan ke-12. Ende : Nusa Indah
Ditulis oleh: Arsyad R Bahasa dan Sastra Updated at : 4:53 AM
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...