Home Posts filed under teknik menulis resensi
Saturday, January 24, 2015
Bentuk Resensi Buku
Friday, January 23, 2015
Mengapa Menulis Resensi?
Mengapa Menulis Resensi?
Teknik Menulis Resensi Buku: Bukan Sekadar Ringkasan, Tapi Panduan untuk Pembaca
Teknik Menulis Resensi Buku: Bukan Sekadar Ringkasan, Tapi Panduan untuk Pembaca
Banyak blogger bertanya-tanya: "Apakah tulisan saya ini sebuah resensi, ringkasan, atau hanya menulis ulang isi buku?" Memahami perbedaan ini sangat penting. Resensi bukan hanya soal menceritakan kembali isi buku, melainkan memberikan pertimbangan kritis bagi calon pembaca.Merujuk pada buku legendaris "Komposisi" karya Gorys Keraf, mari kita bedah teknik dasar menulis resensi yang profesional dan objektif.
Apa Itu Resensi?
Secara sederhana, resensi adalah ulasan atau penilaian terhadap suatu karya. Tujuan utamanya adalah memberikan pertimbangan kepada masyarakat: Apakah buku ini layak dibaca atau tidak?
Penting untuk diingat bahwa gaya resensi harus menyesuaikan audiensnya. Resensi untuk majalah ilmiah tentu akan berbeda bahasa dan sasarannya dengan resensi untuk blog pribadi yang lebih santai.
2 Dasar Utama Sebelum Menulis Resensi
Gorys Keraf menekankan dua faktor penting yang harus dipahami penulis resensi sebelum mulai mengetik:
Memahami Tujuan Pengarang: Cermati bagian kata pengantar atau pendahuluan. Apakah isi buku tersebut benar-benar mencapai target yang diinginkan oleh penulisnya?
Menyadari Tujuan Resensi: Untuk siapa Anda menulis? Pahami tingkat pengetahuan, selera, dan latar belakang pendidikan calon pembaca blog Anda agar bahasa yang digunakan tepat sasaran.
4 Sasaran Utama Penilaian Resensi
Agar resensi Anda berbobot, Gorys Keraf menyarankan untuk fokus pada empat pilar berikut:
1. Latar Belakang dan Deskripsi
Mulailah dengan tema buku secara singkat. Sertakan data bibliografi yang lengkap (identitas buku):
Judul dan Pengarang.
Penerbit dan Tahun Terbit.
Tebal halaman dan harga (opsional).
Latar belakang atau sejarah mengapa buku ini ditulis.
2. Klasifikasi (Jenis Buku)
Tentukan jenis buku tersebut (fiksi, non-fiksi, memoar, atau karya ilmiah). Ini membantu pembaca agar tidak "salah pilih" sebelum membeli.
3. Keunggulan Buku (Kualitas Isi & Bahasa)
Ini adalah bagian terpenting dari sebuah resensi:
Organisasi: Bagaimana kerangka bukunya? Apakah bab satu dengan bab lainnya memiliki hubungan yang kuat?
Bahasa: Apakah bahasanya lugas (ilmiah) atau konotatif (sastra)? Apakah gaya bahasanya konsisten dan mudah dipahami?
Keunikan: Apa yang membedakan buku ini dengan buku bertema sama lainnya?
4. Teknik dan Perwajahan (Casing)
Nilailah aspek fisik buku, seperti:
Layout dan tipografi.
Kualitas cetakan dan desain sampul (cover).
Kesalahan cetak atau tanda baca yang mungkin terlewat.
Kejujuran dan Objektivitas: Etika Penulis Resensi
Menulis resensi menuntut kejujuran. Nilailah buku secara keseluruhan, baik kelebihan maupun kekurangannya. Jangan biarkan selera pribadi membuat penilaian menjadi berat sebelah. Tugas Anda adalah menunjukkan kriteria yang jelas mengapa sebuah buku layak atau tidak layak diterima oleh masyarakat.
Kesimpulan
Menulis resensi adalah sebuah keterampilan yang tumbuh seiring jam terbang. Sebagaimana dijelaskan dalam ulasan saya mengenai buku Buku dan Pengarang karya Yus Badudu, memahami intisari karya orang lain akan sangat membantu kita dalam mengasah kemampuan menulis kita sendiri.

