Hari ke-7
Hari pertama mata terpejam
Hari ke-7 berharap tidur pun terlelap
Bukan tidak mau menjaga
dengan mata terbuka
Saat lelap pun hati ini selalu bersama
Hanya raga yang butuh istirahat
Mata bisa lelap
Mata hati selalu menjaganya
Home Archives for March 2020
Mengetahui sejarah kesusastraan Inggris bukan sekadar menghafal nama pengarang, melainkan memahami bagaimana bahasa dan budaya berkembang. Bagi mahasiswa sastra atau penerjemah, materi ini sering dianggap menantang karena rentang waktunya yang sangat panjang.
Berikut adalah tabel periodisasi sastra Inggris untuk memudahkan Anda menghafal struktur sejarahnya:
| No | Periode Sastra Inggris | Era / Rentang Waktu | Fokus Utama |
1 | Anglo-Saxon (Medieval) | 450 - 1066 | Kepahlawanan, Kristenisasi, Puisi Lisan |
2 | Renaissance | 1485 - 1660 | Kemanusiaan, Drama (Shakespeare), Kebangkitan Ilmu |
3 | Restoration (Neoclassical) | 1660 - 1798 | Akal budi, Satir, Kritik Sosial |
4 | Romantic Period | 1798 - 1837 | Alam, Imajinasi, Emosi Individu |
5 | Victorian Period | 1837 - 1901 | Revolusi Industri, Etika, Perubahan Sosial |
6 | Awal Abad ke-20 (Modern) | 1901 - Sekarang | Eksperimen bentuk, Psikologi, Realisme |
Sebelum masuk ke karya-karyanya, kita perlu tahu bahwa daratan Inggris pada abad ke-4 awalnya dihuni oleh Suku Celts. Namun, sejarah sastra Inggris yang kita kenal sekarang dimulai saat suku-suku dari Jerman seperti Angles, Saxons, dan Jutes bermigrasi dan menaklukkan wilayah tersebut.
Oleh karena itu, bahasa yang digunakan saat itu adalah Inggris Kuno (Old English) atau dialek Anglo-Saxon yang akarnya sangat dekat dengan bahasa Jermanik.
Salah satu keunikan sastra Inggris kuno adalah banyaknya karya yang tidak diketahui penulisnya (anonim). Karya yang paling monumental adalah Beowulf.
Isi: Syair kepahlawanan tentang ksatria Beowulf yang melawan monster Grendel dan naga.
Struktur: Terdiri dari 3.182 baris (sekitar 10% dari seluruh total puisi Anglo-Saxon yang ditemukan).
Tokoh Utama: Geats, Danes, Swedes, Finnerburh, dan Grendel.
Meskipun banyak yang anonim, ada dua nama besar yang tercatat dalam sejarah:
Caedmon: Dikenal sebagai bapak puisi suci Inggris. Karyanya banyak mengambil tema dari Alkitab (Perjanjian Lama), seperti Genesis A dan Genesis B.
Cynewulf: Penyair yang lebih variatif. Karyanya menggabungkan kisah Alkitab dengan semangat kepahlawanan. Karya terbaiknya yang sering dibahas adalah Juliana.
Bagi mahasiswa penerjemah, mempelajari sejarah sastra Inggris memberikan pemahaman tentang perubahan makna kata (semantik). Misalnya, memahami gaya bahasa "Old English" akan sangat membantu saat kita harus menerjemahkan teks-teks klasik atau memahami etimologi kata dalam bahasa Inggris modern.
Sejarah kesusastraan Inggris, terutama era Anglo-Saxon, adalah pondasi dari semua karya besar yang kita nikmati saat ini. Dengan mengenal pengarang seperti Caedmon atau memahami struktur Beowulf, kita bisa mendapatkan inspirasi mengenai bagaimana sebuah narasi dibangun melalui puisi dan sajak panjang.