Minggu, 20 Mei 2012

TRAGEDI WINKA & SIHKA

TRAGEDI WINKA & SIHKA

kawin
    kawin
        kawin
            kawin
                kawin
                     ka
                    win
               ka
            win
           ka
         win
      ka
   win
ka
    winka
        winka
            sihka
               sihka
                  sihka
                        sih
                     ka
                  sih
               ka
            sih
          ka
       sih
    ka
  sih
ka
   sih
      sih
         sih
            sih
               sih
                  sih
                     ka
                         Ku

Sajak karya Sutarji yang berjudul Tradedi Winka Sihka ini, saya lihat pertama kali saat SMP, kemudian di SMA pun sering melihatnya. Waktu itu itu tidak terpikirkan untuk memahami arti dari sajak tersebut. Waktu itu hanya menganggap itu hanyalah sajak aneh, yang tidak ada maknanya.

Baru setelah membaca buku Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya karangan Prof. Dr. Rachmat Djoko Pradopo, mulai sedikit memahami. Pada  buku tersebut dijelaskan, kata-kata kawin dan kasih yang diputus-putus dan dibalik, secara linguistik sajak tersebut tidak ada artinya, kecuali kata kawin dan kasih itu.  Kata kawin dan kasih mengandung konotasi bahwa suatu perkawinan itu menimbulkan angan-angan hidup penuh kebahagiaan, terlebi bila disertai kasih sayang.

Dalam sajak itu kata kawin dideretkan lima kali secara utuh, yang artinya bahwa suatu perkawinan entah lima tahun, lima bulan, lima minggu, atau lima hari masih utuh seperti semula, yaitu kebahagiaan. Kemudian kata kawin diputus-putus, yang berarti perkawinan yang diliputi kebahagiaan itu sudah tidak utuh lagi. Misalnya mulai ada pertengkaran antara suami istri. Bahkan, kata kawin sekarang terbalik menjadi winka. Yang berarti perkawinannya  sudah menjadi "neraka". Pada akhirnya terjadi tragedi winka dan sihka itu, misalnya terjadi perceraian, istri membunuh suami atau sebaliknya.

Tipografi zig-zig juga mempunyai makna mendalam, yaitu perkawinan yang semula bermakna kebahagiaan, mulai melewati bahaya yang berliku, penuh bahaya, yang akhirnya menimbulkan bencana, yaitu tragedi.

Sumber :
Djoko Pradopo, Rachmat. 2008. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Cetakan V. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

3 komentar:

  1. puisi ini sangat menginspirasikan saya untuk menjadi sastrawan yang menekankan akan sebuah filosofi. it's very lovely.

    BalasHapus

Daftar Blog Saya

Footer

Segala kritik dan saran, kirim e-mail ke arsyadriyadi@yahoo.com