Home All posts
Saturday, January 2, 2021
Mengajakmu ke Pantai
Friday, January 1, 2021
Teman Minum
Secangkir kopi
Secangkir coklat
akhirnya
Cukup segelas teh hangat atau jeruk hangat
Fase itu pernah terlewati
Wednesday, December 30, 2020
Ketika Hujan Tak Turun
Tetapi langit begitu cerah
Biru keputih-putihan
Matahari memancarkan cahaya dengan penuh kehangatan
Tuesday, December 29, 2020
Terkapar
Sunday, December 27, 2020
Malam yang Tak Kunjung Berakhir: Kisah Sunyi Matahari dan Rembulan
Puisi: Malam yang Tak Kunjung Berakhir
Senyap bertemankan lampu buram sepanjang jalan
Bedah Makna: Simbolisme dalam "Malam yang Tak Kunjung Berakhir"
Puisi ini mengandung lapisan makna yang menarik untuk direnungkan:
1. Jalan Sepi dan Lampu Buram
Menggambarkan perjalanan hidup atau fase pencarian identitas yang seringkali terasa sunyi dan minim petunjuk. Lelaki dalam puisi ini adalah representasi dari jiwa yang sedang mencari jawaban di tengah keheningan.
2. Metafora Matahari dan Rembulan
Kisah dalam buku Percintaan Senja adalah inti dari puisi ini. Matahari dan Rembulan adalah simbol dari dua pribadi yang saling merindu namun terhalang oleh takdir dan waktu.
Rembulan ingin merasakan hangatnya matahari.
Matahari ingin melihat keutuhan rembulan. Keduanya hanya bisa "bertemu" dan saling menangis saat Senja—sebuah momen singkat sebelum mereka kembali terpisah.
3. Menutup Gerbang Rumah
Tindakan lelaki itu di akhir puisi, yakni menutup kembali gerbang yang tadinya terbuka, bisa diartikan sebagai simbol penutupan luka atau kesadaran baru. Setelah membaca kisah tragis matahari dan rembulan, ia mungkin menyadari sesuatu tentang perjalanannya sendiri, lalu memilih untuk melangkah kembali ke dunianya dan menutup masa lalu.
Penutup
Puisi naratif seperti ini memberikan ruang bagi pembaca untuk berimajinasi. Apakah lelaki itu adalah sang penulis sendiri? Ataukah ia adalah representasi dari pembaca yang sedang mencari kedamaian dalam kata-kata?
Saturday, December 26, 2020
Kisah 2 Hari Yang Lalu
harusnya aku datang
lewat mimpi-mimpi
Hujan Yang Tak Kunjung Reda
Sunday, November 1, 2020
Laki-Laki Dalam Hujan
tak menghentikannya
Titik-titik air makin besar diabaikannya






