Minggu, 09 Oktober 2011

Apresiasi Sastra Indonesia

KESUSASTRAAN
Kesastraan berasal bahasa sanskerta, susastra.
Su = bagus, indah
sastra = buku, tulisan, atau huruf
Susastra = tulisan atau teks yang bagus atau tulisan yang indah.

Pengertian yang lebih luas, kita temukan dalam kamus KBBI (1994), bahwa yang dimaksud dengan kesusastraan adalah sebagai berikut :
1. seni mencipta suatu karya tulis yang indah bahasanya
2. karangan-karangan yang berupa karya sastra
3. pengetahuan yang bertalian dengan seni sastra
4. buku-buku yang termasuk lingkungan seni sastra

Istilah sastra mencakup dua hal, yakni sastra sebagai ilmu dan pengetahuan.
1. Seni Sastra
Sastra merupakan salah cabang seni di samping seni lukis, seni tari, dan seni musik.
Ciri-ciri sastra adalah menggunakan bahasa sebagai mediumnya dan gaya penyajiannya "indah" atau tertata dengan baik. Ada pula yang memberikan ciri bahwa sastra bersifat imajinatif, yakni hasil renungan, khayalan, dan perasaan yang diwujudkan dalam kata-kata yang menimbulkan pesona tertentu bagi pembacanya.
2. Ilmu Sastra
Ilmu sastra adalah pengetahuan yang menyelidiki secara sistematis dan logis mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan karya sastra.
Ilmu sastra terbagi menjadi empat cabang, yaitu teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan filologi (aspek budaya).

Fungsi Sastra :
1. Fungsi rekreatif (Delectare)
Di sini seseorang dapat memperoleh kesenangan atau hiburan.
2. Fungsi didaktif (Decore)
Di sini seseorang dapat memperoleh pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan manusia dan pelajaran tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalamnya.

Jenis-jenis sastra
1. Prosa
2. Puisi
3. Drama

SEJARAH SASTRA INDONESIA
Sastra Indonesia, secara garis besar terbagi menjadi dua periode, yaitu periode sastra lama dan periode sastra baru atau modern.

A. Sastra Lama/Klasik/Tradisional
Ciri-ciri :
a. Nama penciptanya tidak diketahui
b. Pralogis atau cerita-ceritanya banyak diwarnai oleh hal gaib
c. Banyak menggunakan kata-kata baku, seperti alkisah, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan sejenisnya
d. Peristiwa yang dikisahkan berupa kehidupan istana, raja-raja, dewa-dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya
e. Berkembang secara lisan
Jenis-jenis sastra lama : mantra, pantun, pantun berkait, talibun, pantun kilat, gurindam, syair, peribahasa, teka-teki, fabel, legenda, dan hikayat.

B. Sastra Baru
Sastra baru dimulai pada zaman tahun '20-an.
Ciri-ciri :
1) Temanya tentang kehidupan masyarakat sehari-hari
2) Telah mendapat pengaruh dari kesusastraan Barat
3) Pengarangnya dinyatakan dengan jelas
Dari tahun '20-an sampai sekarang, para ahli menggolongkan menjadi beberapa angkatan berikut ini.
1. Angkatan '20-an atau Angkatan Balai Pustaka
Contoh : novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar dan novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli.

2. Angkatan '30-an atau Angkatan Pujangga Baru
Contoh : Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana (STA), Kumpulan puisi Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu karya Amir Hamzah, dan kumpulan puisi Rindu Dendam karya J.E Tatengkeng.

3. Angkatan '45/Angkatan Chairil Anwar
Pengarang yang terkenal, di antaranya Idrus, Usmar Ismail, Rosihan Anwar, El-Hakim, dan Amir Hamzah. Dua karya yang terkenal adalah Atheis karya Achdiat Kartamiharja dan Dari Ave Maria Jalan Lain ke Roma karya Idrus.

4. Angkatan '66
Angkatan '66 dicetuskan oleh H.B. Jassin melalui bukunya yang berjudul Angkatan '66.
Pengarang yang produktif, antara lain : Taufik Ismail, Mansur Samin, dan Bur Rasuanto. Contoh dua karya yang diterbitkan angkatan ini adalah Pagar Kawat Berduri karya Toha Mohtar dan Tirani (kumpulan cerpen) karya Taufiq Ismail.

5. Angkatan '70-an
Kebanyakan karya-karya sastra angkatan ini tidak menekankan makna kata. Para kritikus sastra menyebutnya sebagai jenis sastra kontemporer.

6. Angkatan '80-an

7. Angkatan Reformasi

8. Angkatan 2000

Sumber : Kosasih, E. 2008. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta : Nobel Edumedia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Daftar Blog Saya

Footer

Segala kritik dan saran, kirim e-mail ke arsyadriyadi@yahoo.com